Siap menyederhanakan proses pengajuan izin usaha di Indonesia?
Biarkan 3E Accounting membantu Anda di setiap tahap untuk proses pendirian perusahaan yang lancar.
We use cookies
We use cookies that are needed for this website to work. With your permission, we would also like to use cookies to remember your preferences, understand how the site is used, and measure our advertising. You can accept all, reject all, or choose which ones to allow, and change your choice at any time with “Change Preferences”. Cookie Policy
This post is also available in:
English (Inggris)
简体中文 (Tionghoa (Sederhana))
Memperoleh izin usaha di Indonesia merupakan langkah wajib bagi semua perusahaan, tanpa mengira saiz atau sektor. Proses ini kini dipusatkan melalui sistem Online Single Submission – Risk-Based Approach (OSS-RBA), yang mempermudah perizinan berdasarkan tingkat risiko usaha.
Sebagai langkah awal, perusahaan harus didirikan secara sah dengan Akta Pendirian yang disahkan oleh Kementerian Hukum (Kemenkum), mendaftarkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB merupakan identitas Pelaku Usaha dan, berdasarkan tingkat risiko serta peringkat skala usaha, menjadi Perizinan Berusaha sendiri atau dilengkapi dengan Sertifikat Standar atau Izin.
Sebelum pendekatan berbasis risiko, Peraturan 24/2018 mengelompokkan usaha ke dalam tiga kategori mendasar berdasarkan kebutuhan infrastruktur:
Per 5 Juni 2025, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 (PP 28/2025) telah menjadi regulasi utama yang mengatur perizinan usaha berbasis risiko di Indonesia, menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021.
Berdasarkan PP 28/2025:
Indonesia memiliki beberapa jenis izin usaha yang dapat dipilih, antara lain:
Selain kategori berbasis risiko, berdasarkan sistem perizinan berbasis risiko saat ini, NIB dan Sertifikat Standar atau izin yang diperlukan ditentukan oleh kode KBLI dan tingkat risiko yang relevan: Jenis Perizinan Berusaha ditetapkan berdasarkan tingkat risiko dan peringkat skala usaha: risiko rendah memerlukan NIB, risiko menengah memerlukan NIB dan Sertifikat Standar, serta risiko tinggi memerlukan NIB dan Izin.
Sistem OSS RBA (Online Single Submission – Risk-Based Approach) mengklasifikasikan kegiatan usaha berdasarkan tingkat risiko, yang menentukan tingkat kompleksitas proses perizinan.
Untuk melanjutkan proses pengajuan izin usaha, Anda perlu menyiapkan dokumen-dokumen berikut:
Izin usaha umumnya akan diterbitkan dalam waktu 14 hari apabila seluruh dokumen telah lengkap. Izin tersebut berlaku selama 30 tahun, kecuali dinyatakan lain.
Proses pendaftaran perusahaan Anda tidak harus rumit. Biarkan kami membantu Anda memulai dengan langkah yang tepat di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan pendirian perusahaan di Indonesia, silakan hubungi tim kami hari ini.

Biarkan 3E Accounting membantu Anda di setiap tahap untuk proses pendirian perusahaan yang lancar.
Izin usaha di Indonesia merupakan otorisasi hukum yang diterbitkan melalui sistem OSS RBA dan memungkinkan perusahaan untuk beroperasi. Izin ini memastikan kepatuhan terhadap peraturan Indonesia serta menegaskan bahwa persyaratan investasi dan operasional telah dipenuhi.
Investor asing harus terlebih dahulu mendirikan PT PMA, menyiapkan Akta Pendirian, memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum (Kemenkum), mendaftarkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kemudian mengajukan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS sebagai izin usaha utama.
Persyaratan umum meliputi Akta Pendirian perusahaan, persetujuan Kemenkum, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), klasifikasi KBLI, serta dalam kondisi tertentu izin lingkungan atau lokasi, tergantung pada tingkat risiko usaha.
Ya. Banyak perusahaan di Indonesia memilih untuk mengalihdayakan pengurusan izin usaha kepada konsultan seperti 3E Accounting guna menghemat waktu, meminimalkan kesalahan, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan terbaru.
Sistem OSS RBA mengklasifikasikan usaha berdasarkan tingkat risiko dan mengotomatisasi proses perizinan. Usaha berisiko rendah umumnya hanya memerlukan NIB, sedangkan usaha berisiko lebih tinggi memerlukan izin dan persetujuan tambahan.
Jangka waktu pemrosesan bergantung pada struktur perusahaan dan kategori risikonya. Usaha berisiko rendah dapat memperoleh NIB dalam beberapa hari, sedangkan usaha berisiko tinggi yang memerlukan izin lingkungan atau teknis biasanya memakan waktu beberapa minggu.