Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik memuat sekitar 1.560 kelompok lima digit. Bagi usaha dengan lebih dari satu bidang kegiatan, satu kekeliruan kecil memilih kode KBLI OSS bisa menghentikan pengajuan NIB Anda.
Dalam artikel ini, kami membahas cara memilih kode KBLI untuk usaha campuran di OSS RBA. Kami juga mengulas langkah cek KBLI di OSS, aturan khusus untuk PT PMA, serta kesalahan umum yang membuat NIB ditolak. Cara menghindari setiap kesalahan tersebut juga kami bahas tuntas.
Apa Itu KBLI dan Bagaimana Perannya dalam Sistem OSS RBA?
KBLI adalah kode lima digit dari BPS yang mengklasifikasikan bidang usaha, dan menjadi dasar sistem OSS RBA menentukan jenis izin serta tingkat risiko perusahaan.
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah standar kode lima digit yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS). Standar ini mengelompokkan seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia. Versi yang berlaku saat ini adalah KBLI 2025, yang ditetapkan melalui Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 dan digunakan sebagai acuan dalam sistem OSS.
Dalam Online Single Submission Berbasis Risiko (OSS RBA), kode KBLI berfungsi sebagai pintu masuk penentuan perizinan. Sistem OSS menetapkan tingkat risiko setiap kegiatan usaha berdasarkan hasil analisis risiko sesuai PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Dari penetapan itu, sistem menentukan apakah Perizinan Berusaha berupa NIB atau berupa NIB bersama Sertifikat Standar atau Izin sesuai tingkat risiko kegiatan usaha.
Karena itu, pemilihan kode bukan sekadar formalitas administratif. Kesalahan pada kode KBLI OSS dapat mengubah tingkat risiko usaha, memunculkan persyaratan baru, bahkan menghentikan penerbitan NIB. Sebelum mendaftar, pelaku usaha sebaiknya memahami dulu cara menentukan kode KBLI yang tepat sebelum daftar PT agar klasifikasi bidang usaha sudah siap sejak awal.
Tingkat Risiko Usaha dan Jenis Perizinan di OSS RBA
| Tingkat Risiko | Perizinan yang Terbit | Keterangan |
|---|---|---|
| Rendah | NIB berlaku sebagai Izin Usaha | Tidak diperlukan perizinan tambahan |
| Menengah rendah | NIB dan Sertifikat Standar (pernyataan mandiri) | Perusahaan menyatakan kesanggupan memenuhi standar |
| Menengah tinggi | NIB dan Sertifikat Standar (terverifikasi) | Verifikasi dilakukan kementerian atau lembaga terkait |
| Tinggi | NIB dan Izin Usaha | Izin khusus wajib diperoleh sebelum beroperasi |
Bagaimana Cara Cek KBLI di OSS dengan Tepat?
Cek KBLI dilakukan melalui fitur pencarian bidang usaha di portal resmi Online Single Submission. Bacalah keterangan jenis usaha, kata kunci, dan aktivitas setiap kode sebelum dipilih.
Fitur pencarian KBLI tersedia gratis dan terbuka, sehingga pelaku usaha bisa menelusuri kode sebelum membuat akta pendirian. Prosesnya sendiri relatif sederhana, tetapi setiap langkah harus dilakukan teliti agar kode yang dipilih benar-benar sesuai rencana kegiatan usaha.
Berikut langkah-langkah yang sebaiknya diikuti:
1. Buka Fitur Pencarian KBLI
Pencarian kode dilakukan di portal resmi Online Single Submission melalui fitur KBLI pada situs oss.go.id. Pelaku usaha dapat mencari kode berdasarkan kata kunci bidang usaha maupun langsung memasukkan angka kode jika sudah diketahui.
2. Pahami Struktur Kode Lima Digit
Kategori KBLI menggunakan kode alfabet; dua digit angka menunjukkan golongan pokok, tiga digit golongan, empat digit subgolongan, dan lima digit kelompok kegiatan usaha. Memahami struktur ini memudahkan Anda menelusuri kode dari yang paling umum hingga yang paling spesifik.
3. Baca Keterangan Setiap Kode
Setiap kode dilengkapi kolom jenis usaha, kata kunci, aktivitas, produk, serta keterangan termasuk dan dikecualikan. Bacalah seluruh kolom ini, bukan hanya judulnya, karena banyak pengajuan gagal karena judul kode terlihat mirip padahal aktivitasnya berbeda.
4. Periksa Ketentuan Single Purpose
Beberapa kode memuat keterangan KBLI yang dipersyaratkan single purpose, artinya kode tersebut tidak boleh digabungkan dengan kode lain dalam satu NIB. Jika kode pilihan Anda berstatus demikian, komposisi bidang usaha harus ditinjau ulang sejak awal.
5. Cocokkan dengan Kegiatan Riil
Pastikan kode yang dipilih mencerminkan kegiatan yang benar-benar akan dijalankan, lalu susun urutan kode induk dan kode pendukung. Kegiatan yang penghasilannya paling besar sebaiknya menjadi kode induk karena menentukan arah perizinan.
Perbandingan Kode KBLI Induk dan Kode KBLI Pendukung
| Aspek | Kode Induk | Kode Pendukung |
|---|---|---|
| Jumlah | Satu kode saja | Boleh lebih dari satu |
| Fungsi | Kegiatan usaha utama perusahaan | Kegiatan pelengkap seperti distribusi atau penjualan produk sendiri |
| Dampak perizinan | Menentukan tingkat risiko dan jenis izin | Setiap kode membawa ketentuan perizinannya sendiri |
| Syarat | Wajib sesuai kegiatan penghasil pendapatan terbesar | Wajib benar-benar dijalankan, bukan sekadar cadangan |
Apa Bedanya Kode KBLI Induk dan Kode KBLI Pendukung untuk Usaha Campuran?
Kode induk merepresentasikan kegiatan usaha utama yang penghasilannya terbesar, kode pendukung menampung kegiatan pelengkap, sedangkan kode single purpose wajib berdiri sendiri tanpa digabung dengan kode lain.
Usaha campuran adalah perusahaan yang menjalankan lebih dari satu bidang kegiatan, misalnya produksi sekaligus distribusi dan penjualan. Dalam OSS RBA, komposisi ini dituangkan menjadi satu kode induk dan satu atau beberapa kode pendukung.
Ketentuannya perlu dipahami secara terpisah karena masing-masing berperan berbeda dalam penentuan perizinan:
1. Kode Induk sebagai Kegiatan Utama
Kode induk merepresentasikan kegiatan inti perusahaan, yaitu kegiatan dengan porsi penghasilan terbesar. Dasar perizinannya bukan pada kode induk semata, karena tingkat risiko dan jenis Perizinan Berusaha ditetapkan untuk setiap kegiatan usaha berdasarkan hasil analisis risiko, baik pada kode induk maupun kode pendukung.
2. Kode Pendukung untuk Kegiatan Pelengkap
Kode pendukung mencakup kegiatan pelengkap seperti distribusi produk sendiri, penjualan eceran, atau layanan purna jual. Kode ini boleh lebih dari satu, tetapi setiap kode tetap membawa ketentuan perizinannya masing-masing dan wajib benar-benar dijalankan.
3. Kode Single Purpose Wajib Berdiri Sendiri
Jika kode yang dipilih berstatus single purpose, perusahaan tidak dapat menambahkan kode lain dalam NIB yang sama. Kegiatan lain harus ditampung pada badan usaha terpisah atau direncanakan ulang sebelum akta pendirian dibuat.
Contoh Komposisi Kode untuk Usaha Campuran Pengolahan Pangan
| Posisi Kode | Contoh KBLI 2020 | Kegiatan |
|---|---|---|
| Kode induk | 10632 | Industri pengolahan dan pengawetan roti dan kue |
| Kode pendukung | 46332 | Perdagangan grosir roti dan kue dari hasil produksi sendiri |
| Kode pendukung | 47912 | Perdagangan eceran melalui media online untuk produk sendiri |
Bagaimana Aturan KBLI untuk Usaha Campuran dan PT PMA?
Usaha campuran boleh mendaftarkan satu kode induk dan beberapa kode pendukung. Namun, bagi PT PMA, setiap kode harus terbuka bagi penanaman modal asing sesuai Perpres Nomor 10 Tahun 2021.
Bagi Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing (PT PMA), pemilihan kode KBLI punya lapisan aturan tambahan. Setiap kode yang didaftarkan harus berada pada bidang usaha yang terbuka bagi penanaman modal asing. Ketentuannya mengikuti Perpres Nomor 10 Tahun 2021 juncto Perpres Nomor 49 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Ketentuan ini menggantikan mekanisme lama yang diatur dalam Daftar Positif dan Negatif Investasi Indonesia. Pelaku usaha asing dapat menelusuri status setiap bidang usaha melalui situs resmi BKPM sebelum menyusun komposisi kode. Untuk langkah pendirian secara menyeluruh, panduan mendaftar PT PMA bagi warga negara asing dapat menjadi rujukan praktis dari tahap NIB hingga perizinan lanjutan.
Komposisi kode yang tepat juga sebaiknya disiapkan bersamaan dengan identitas perusahaan. Selain kode, pelaku usaha perlu menyiapkan nama yang lolos verifikasi — panduan memilih nama perusahaan dari 3E Accounting Indonesia dapat membantu proses ini. Untuk memastikan seluruh dokumen tersusun benar, banyak pelaku usaha memanfaatkan layanan pengaturan perusahaan Indonesia sejak tahap persiapan akta.
Sebagai gambaran, berikut contoh komposisi kode untuk usaha campuran di bidang pengolahan pangan:
- 10632 sebagai kode induk, yaitu industri pengolahan dan pengawetan roti dan kue.
- 46332 sebagai kode pendukung, yaitu perdagangan grosir roti dan kue dari hasil produksi sendiri.
- 47912 sebagai kode pendukung, yaitu perdagangan eceran melalui media online untuk produk sendiri.
Contoh di atas bersifat gambaran umum. Kesesuaian aktivitas serta persyaratan setiap kode pada sistem OSS tetap harus diperiksa kembali pada saat pengajuan dilakukan.
Perlu diingat, karena tingkat risiko ditetapkan per kegiatan usaha sebagaimana dibahas pada bagian sebelumnya, setiap kode pendukung tetap membawa persyaratannya sendiri dan seluruh persyaratan tersebut wajib dipenuhi sebelum beroperasi.
Kesalahan KBLI, Dampak, dan Solusinya
| Kesalahan | Dampak pada NIB | Solusi |
|---|---|---|
| Kode tidak sesuai kegiatan riil | Pengajuan tertolak atau bermasalah saat pemeriksaan | Pilih kode berdasarkan keterangan aktivitas yang benar-benar dijalankan |
| Menggabungkan kode single purpose | Sistem menolak kombinasi kode | Daftarkan kode tersebut sebagai satu-satunya bidang usaha |
| Kode tertutup bagi modal asing | Penolakan bagi PT PMA | Cek ketentuan penanaman modal asing sebelum menyusun akta |
| Kode pendukung tanpa kegiatan nyata | Kewajiban perubahan data dan risiko kepatuhan | Hapus kode yang tidak dijalankan melalui fitur perubahan data |
Ringkasan Tahapan Memastikan Kode KBLI Lolos di OSS RBA
| Tahap | Tindakan | Hasil |
|---|---|---|
| Persiapan | Susun daftar kegiatan usaha riil beserta porsi pendapatannya | Gambaran kegiatan inti dan pelengkap menjadi jelas |
| Verifikasi kode | Cek setiap kode di OSS, baca keterangan lengkapnya | Kode induk dan pendukung teridentifikasi tanpa kesalahan |
| Pemeriksaan khusus | Periksa status single purpose dan keterbukaan bagi modal asing | Komposisi kode dinyatakan aman untuk diajukan |
| Pengajuan | Daftarkan komposisi kode saat pengurusan NIB di OSS RBA | NIB terbit tanpa hambatan verifikasi |
Kesalahan Umum Apa yang Menyebabkan NIB Ditolak karena KBLI?
NIB kerap tertahan karena empat kesalahan komposisi kode berikut:
- Kode tidak sesuai kegiatan riil.
- Kode single purpose digabung dengan kode lain.
- Kode tertutup bagi modal asing.
- Kode pendukung didaftarkan tanpa kegiatan nyata.
Dari pengalaman kami mendampingi klien mendirikan perusahaan, sebagian besar penolakan atau keterlambatan NIB bukan disebabkan dokumen pendukung, melainkan komposisi kode yang keliru. Pola kesalahannya cenderung berulang dan sebenarnya bisa dicegah sejak awal.
Empat kelompok kesalahan berikut paling sering muncul:
1. Kode Tidak Sesuai Kegiatan Riil
Perusahaan memilih kode berdasarkan judul yang mirip, padahal aktivitas dalam keterangan kode berbeda dari kegiatan sebenarnya. Sistem OSS atau kementerian teknis dapat menolak ketika detail kegiatan diperiksa, dan perusahaan harus mengulang perubahan data.
2. Pelanggaran Aturan Single Purpose
Kode yang dipersyaratkan single purpose didaftarkan bersama kode lain. Kombinasi ini langsung tertolak oleh sistem, sehingga pelaku usaha harus memilih antara memisahkan kegiatan ke badan usaha lain atau mengganti kode induk.
3. Status Kepemilikan Asing dan Izin Tambahan Terabaikan
PT PMA memilih kode yang tertutup atau dibatasi bagi modal asing, atau perusahaan mengabaikan izin tambahan yang melekat pada kode berisiko tinggi. Keduanya menghentikan penerbitan NIB sampai komposisi kode diperbaiki.
Kesimpulan
Memilih kode KBLI OSS untuk usaha campuran intinya adalah menetapkan satu kegiatan utama sebagai kode induk. Kode pendukung harus benar-benar dijalankan, dan komposisi harus bebas dari kode single purpose serta bidang yang tertutup bagi modal asing. Langkah cek KBLI di OSS yang teliti sejak awal akan menghemat waktu dan mencegah penolakan NIB.
Kami di 3E Accounting Indonesia berpengalaman membantu klien lokal maupun asing menyusun komposisi kode yang tepat. Kami juga mengurus perizinan di OSS RBA hingga menangani perubahan data setelah NIB terbit. Sebagai Corporate Services Provider yang didukung jaringan internasional 3E Accounting di lebih dari 110 negara, kami memastikan proses pendirian dan kepatuhan perusahaan Anda berjalan lancar.
Jika Anda merencanakan usaha campuran atau membutuhkan peninjauan komposisi kode yang sudah terlanjur didaftarkan, tim kami siap membantu. Kami akan meninjau dan memperbaiki komposisi kode tersebut sebelum pengajuan dilakukan.
Pastikan NIB Perusahaan Anda Terbit Tanpa Penolakan
Tim 3E Accounting Indonesia siap membantu meninjau komposisi kode KBLI, mengurus NIB di OSS RBA, dan memastikan seluruh perizinan perusahaan Anda sesuai regulasi terbaru.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Satu NIB dapat memuat satu kode induk dan beberapa kode pendukung sesuai kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan. Kode berstatus single purpose tidak boleh digabungkan dengan kode lain.
Bisa. Perubahan dilakukan melalui fitur perubahan data di OSS RBA. Perlu diingat, mengganti kode induk dapat mengubah tingkat risiko usaha dan jenis perizinan yang diminta sistem.
Kode pendukung yang tidak dijalankan sebaiknya dihapus melalui fitur perubahan data. Mempertahankan kode tanpa kegiatan nyata berisiko menimbulkan persoalan kepatuhan saat pemeriksaan oleh instansi berwenang.
Ya. Setiap kode yang didaftarkan PT PMA harus berada pada bidang usaha yang terbuka bagi penanaman modal asing menurut Perpres Nomor 10 Tahun 2021 juncto Perpres Nomor 49 Tahun 2021 sebelum pengajuan NIB dilakukan.
Tidak selalu. Selama seluruh kegiatan dapat ditampung dalam satu kode induk plus kode pendukung dan tidak ada kode single purpose, satu PT sudah cukup. Jika ada kode single purpose, kegiatan tersebut biasanya memerlukan badan usaha terpisah.
Abigail Yu
Direktur
Abigail Yu memimpin kepemimpinan eksekutif di 3E Accounting Group, mengelola operasional, solusi TI, hubungan masyarakat, dan pemasaran digital untuk mendorong keberhasilan bisnis. Ia meraih gelar kehormatan di bidang Komunikasi dan Media Baru dari National University of Singapore dan sangat terampil dalam manajemen krisis, komunikasi keuangan, serta komunikasi korporat.








